
Rumah Sakit Budi Kemuliaan
Hemodialisa
Hemodialisa (cuci darah) adalah prosedur medis untuk menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan dari darah. Hal ini dilakukan menggunakan mesin khusus dengan ginjal buatan (dialyzer) ketika ginjal alami tidak lagi berfungsi optimal. Terapi ini krusial bagi pasien gagal ginjal kronis maupun akut.
Untuk memahami lebih lanjut, berikut adalah rincian mengenai prosedur ini:
Mengapa Hemodialisa Dilakukan?
Hemodialisa diperlukan ketika fungsi ginjal seseorang menurun drastis (biasanya hingga tinggal 10-15%), yang disebabkan oleh:
Gagal ginjal kronis (tahap akhir).
Gagal ginjal akut yang mendadak.
Kondisi darurat seperti keracunan obat atau penumpukan cairan berlebih di tubuh.
Proses dan Cara Kerja
Dalam prosesnya, mesin bekerja di luar tubuh (terapi ekstrakorporeal) dan mengandalkan tiga prinsip utama: difusi, osmosis, dan ultrafiltrasi.
1. Akses Vaskular: Dokter akan membuat akses di pembuluh darah pasien, umumnya di lengan, melalui operasi kecil yang disebut AV Fistula atau AV Graft.
2. Penyaringan: Darah dipompa keluar dari tubuh melalui selang steril menuju mesin hemodialisis.
3. Pembersihan: Di dalam mesin, darah disaring di dialyzer untuk membuang zat sisa metabolisme (seperti ureum dan kreatinin) serta menyeimbangkan elektrolit.
4. Darah Kembali: Darah yang telah bersih dikembalikan lagi ke dalam tubuh
5. Durasi: Prosedur ini biasanya memakan waktu 4 hingga 5 jam per sesi, dan umumnya dilakukan 2 hingga 3 kali dalam seminggu.