
28 Juli 2026

Indonesia Masih Menghadapi Ancaman Demam Berdarah Dengue
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus ini dapat menyerang semua kelompok usia, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.
Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hingga Mei 2026 tercatat 39.672 kasus DBD dengan 105 kematian di Indonesia. Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yaitu lebih dari 9.000 kasus disertai 36 kematian. Indonesia bahkan merupakan negara dengan jumlah kasus dengue terbesar kedua di dunia dan tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Indonesia menyumbang sekitar 3% kasus dengue dunia, namun menyumbang 17% angka kematian akibat dengue secara global.
Kondisi ini menunjukkan bahwa DBD bukanlah penyakit yang dapat dianggap sepele. Deteksi dini, penanganan yang tepat, serta pencegahan menjadi kunci utama untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit ini. Melalui layanan Poliklinik Penyakit Dalam, Poliklinik Anak, Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan fasilitas rawat inap, RSU Budi Kemuliaan siap memberikan pelayanan diagnosis, penanganan, dan pemantauan pasien DBD secara komprehensif.
Apa Itu Demam Berdarah Dengue (DBD)?
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus dengue, yang terdiri dari empat serotipe (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4). Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang aktif menggigit terutama pada pagi dan sore hari.
Seseorang dapat terinfeksi lebih dari satu kali karena infeksi oleh satu serotipe tidak memberikan kekebalan terhadap serotipe lainnya. Bahkan, infeksi berulang dapat meningkatkan risiko terjadinya DBD berat.
Bagaimana Penularan DBD Terjadi?
Penularan terjadi melalui siklus berikut:
Nyamuk Aedes menggigit orang yang sedang terinfeksi virus dengue.
Virus berkembang di dalam tubuh nyamuk selama beberapa hari.
Nyamuk kemudian menggigit orang lain dan menularkan virus melalui air liurnya.
DBD tidak menular secara langsung dari orang ke orang melalui sentuhan, batuk, bersin, atau berbagi makanan.
Gejala Demam Berdarah Dengue
Gejala biasanya muncul 4–10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi.
Keluhan yang sering ditemukan antara lain:
Demam tinggi mendadak (≥38,5°C)
Sakit kepala hebat
Nyeri di belakang mata
Nyeri otot dan sendi
Mual dan muntah
Nafsu makan menurun
Tubuh terasa lemas
Ruam atau bintik kemerahan pada kulit
Pada sebagian pasien dapat muncul tanda perdarahan seperti:
Mimisan
Gusi berdarah
Bintik-bintik merah pada kulit (petekie)
Muntah darah atau BAB berwarna hitam pada kasus berat
Fase Perjalanan Penyakit DBD
1. Fase Demam
Berlangsung selama 2–7 hari.
Ditandai dengan:
Demam tinggi
Nyeri kepala
Nyeri otot
Mual
Tubuh lemas
Pada fase ini pemeriksaan laboratorium mungkin belum menunjukkan penurunan trombosit yang bermakna.
2. Fase Kritis
Biasanya terjadi ketika demam mulai turun (hari ke-3 hingga ke-7).
Inilah fase yang paling berbahaya karena dapat terjadi:
Kebocoran plasma
Syok dengue (Dengue Shock Syndrome)
Perdarahan berat
Gangguan fungsi organ
Banyak orang mengira kondisi pasien membaik karena demam sudah turun, padahal justru fase ini memerlukan pengawasan ketat.
3. Fase Pemulihan
Apabila berhasil melewati fase kritis, kondisi pasien akan berangsur membaik.
Nafsu makan meningkat, cairan tubuh kembali normal, dan trombosit mulai naik secara bertahap.
Tanda Bahaya DBD yang Harus Segera Dibawa ke Rumah Sakit
Segera ke IGD apabila penderita mengalami:
Nyeri perut hebat
Muntah terus-menerus
Perdarahan dari hidung atau gusi
Muntah darah atau BAB hitam
Sesak napas
Tangan dan kaki terasa dingin
Tampak sangat lemas atau mengantuk
Gelisah atau penurunan kesadaran
Buang air kecil berkurang
Kejang
Tanda-tanda tersebut dapat mengindikasikan DBD berat yang memerlukan penanganan segera.
Bagaimana Diagnosis DBD Ditegakkan?
Dokter akan melakukan:
Wawancara dan Pemeriksaan Fisik
Meliputi riwayat demam, gejala, serta pemeriksaan tanda-tanda perdarahan dan kebocoran plasma.
Pemeriksaan Laboratorium
Antara lain:
Hitung darah lengkap (trombosit dan hematokrit)
Antigen NS1 (pada fase awal penyakit)
Pemeriksaan antibodi IgM dan IgG dengue
Pemeriksaan lain sesuai kondisi pasien
Pemantauan trombosit dan hematokrit secara berkala sangat penting untuk menilai perjalanan penyakit.
Bagaimana Penanganan DBD?
Hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus untuk membunuh virus dengue. Penanganan bertujuan menjaga kondisi tubuh sampai infeksi teratasi oleh sistem imun.
Terapi meliputi:
Pemberian cairan yang cukup (oral atau infus sesuai kondisi)
Obat penurun demam berbahan parasetamol
Istirahat yang cukup
Pemantauan trombosit, hematokrit, dan tanda vital
Rawat inap bila terdapat tanda bahaya atau DBD berat
Hindari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen, asam mefenamat, atau aspirin tanpa anjuran dokter karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.
Benarkah Trombosit Rendah Selalu Berbahaya?
Penurunan trombosit memang sering terjadi pada DBD, tetapi angka trombosit bukan satu-satunya penentu tingkat keparahan penyakit.
Dokter juga akan menilai:
Kondisi klinis pasien
Tekanan darah
Tanda kebocoran plasma
Hematokrit
Produksi urine
Fungsi organ
Karena itu, pasien tidak dianjurkan hanya berfokus pada angka trombosit tanpa evaluasi medis menyeluruh.
Bagaimana Cara Mencegah DBD?
Pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengendalikan DBD.
1. Gerakan 3M Plus
Menguras tempat penampungan air secara rutin.
Menutup rapat tempat penyimpanan air.
Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Ditambah dengan langkah Plus, seperti:
Menggunakan kelambu atau kasa nyamuk.
Menggunakan losion antinyamuk bila diperlukan.
Menanam tanaman pengusir nyamuk.
Membersihkan lingkungan secara berkala.
Menghindari pakaian yang menggantung terlalu lama.
2. Pengendalian Vektor
Kementerian Kesehatan bersama berbagai pihak juga mengembangkan strategi pengendalian nyamuk, termasuk inovasi nyamuk ber-Wolbachia. Hasil penelitian di Yogyakarta menunjukkan pendekatan ini mampu menurunkan kejadian dengue hingga sekitar 70% pada wilayah intervensi.
3. Vaksinasi Dengue
Saat ini vaksin dengue telah tersedia di Indonesia dan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan pada kelompok yang memenuhi indikasi sesuai rekomendasi dokter dan kebijakan kesehatan yang berlaku.
Vaksinasi tidak menggantikan pentingnya pengendalian lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk.
Peran RSU Budi Kemuliaan dalam Penanganan DBD
RSU Budi Kemuliaan memberikan pelayanan menyeluruh bagi pasien dengan dugaan maupun diagnosis DBD melalui:
✔ Konsultasi dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis anak
✔ Pemeriksaan laboratorium untuk diagnosis dengue
✔ Monitoring trombosit, hematokrit, dan kondisi klinis pasien
✔ Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam
✔ Rawat inap dengan pemantauan intensif sesuai indikasi
✔ Edukasi pencegahan DBD bagi pasien dan keluarga
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, risiko komplikasi berat akibat DBD dapat ditekan.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Jangan menunggu hingga kondisi memburuk. Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami:
Demam tinggi mendadak lebih dari dua hari
Nyeri kepala hebat
Nyeri otot dan sendi
Ruam pada kulit
Riwayat tinggal di daerah dengan peningkatan kasus DBD
Tanda bahaya seperti muntah terus-menerus, perdarahan, atau penurunan kesadaran
Diagnosis dan tata laksana sejak dini dapat mencegah komplikasi yang mengancam nyawa.
Kesimpulan
Demam Berdarah Dengue masih menjadi tantangan besar di Indonesia dan memerlukan kewaspadaan dari seluruh masyarakat. Meskipun belum tersedia obat yang secara spesifik membunuh virus dengue, sebagian besar pasien dapat pulih dengan baik apabila mendapatkan diagnosis dini, terapi suportif yang tepat, serta pemantauan yang optimal.
Pencegahan melalui Gerakan 3M Plus, pengendalian nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, serta vaksinasi sesuai indikasi merupakan langkah penting untuk menekan angka kejadian DBD.
Apabila Anda atau anggota keluarga mengalami demam tinggi disertai gejala yang mengarah ke DBD, segera periksakan diri ke RSU Budi Kemuliaan. Penanganan yang cepat dapat menyelamatkan nyawa.
Sumber
1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Rencana Aksi Nasional Pengendalian Demam Dengue Tahun 2026–2029.
World Health Organization. Dengue and Severe Dengue.
WHO – Dengue and Severe Dengue
Centers for Disease Control and Prevention. About Dengue.
CDC – Dengue
World Mosquito Program. Wolbachia Method for Dengue Control.
World Mosquito Program
Simmons CP, Farrar JJ, Nguyen VV, Wills B. Dengue. New England Journal of Medicine. 2012;366:1423–1432.
World Health Organization. Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever.
Berita Terbaru